Keutamaan Menolong Agama Allah

Allah ﷻ berfirman:

{يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ تَنْصُرُوا اللَّهَ يَنْصُرْكُمْ وَيُثَبِّتْ أَقْدَامَكُمْ}

“Hai orang-orang yang beriman, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu” (QS Muhammad: 7).

Ayat yang mulia ini menunjukkan besarnya keutamaan orang yang menolong agama Allah ﷻ, karena Allah ﷻ akan memudahkan pertolongan-Nya baginya dan meneguhkan kedudukasnnya, sebagai balasan yang sesuai dengan perbuatan hamba tersebut[1].

Syaikh ‘Abdur Rahman as-Sa’di رحمه الله berkata: “Ini adalah perintah dari Allah ﷻ kepada kaum mukminin agar mereka menolong (agama) Allah, dengan mengamalkan agama-Nya, berdakwah (mengajak manusia) ke jalan-Nya dan berjihad melawan musuh-musuh-Nya, dengan niat mengharapkan wajah Allah.

Sesungguhnya jika mereka melaksanakan hal itu, maka Allah akan menolong mereka dan meneguhkan kedudukan mereka, yaitu menguatkan hati mereka untuk (selalu) bersabar, tenang dan teguh. Juga menguatkan diri mereka dan menolong mereka (menghadapi) musuh-musuh mereka.

Ini adalah janji dari (Allah ﷻ) yang maha pemurah lagi maha menepati janji, bahwa barangsiapa yang menolong (agama)-Nya dengan ucapan dan perbuatan, maka Allah akan menolongnya dan memudahkan baginya sebab-sebab pertolongan (dari-Nya), berupa keteguhan dan sebab lainnya”[2].

Ayat ini semakna dengan firman Allah ﷻ dalam ayat lain:

{وَلَيَنْصُرَنَّ اللَّهُ مَنْ يَنْصُرُهُ إِنَّ اللَّهَ لَقَوِيٌّ عَزِيزٌ}

“Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong (agama)-Nya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuat lagi Maha Perkasa” (QS al-Hajj: 40).

 

Beberapa mutiara faidah yang dapat kita petik dari ayat ini:

– Makna menolong Allah ﷻ dalam ayat ini adalah membela agama-Nya dan sunnah Rasul-nya[3] dengan mempelajari, mengamalkan dan mendakwakannya kepada manusia[4].

– Syaikh Muhammad al-Amin asy-Syinqithi رحمه الله berkata: “Sudah dimaklumi bahwa menolong Allah hanyalah (bisa dilakukan) dengan mematuhi syariat-Nya, dengan melaksanakan semua perintah-Nya, menjauhi semua larangan-Nya, membela para Rasul-nya dan orang-orang yang setia mengikuti mereka, menolong agama-Nya, serta berjihad melawan musuh-musuh-Nya dan menundukkan mereka, sehingga jadilah kalimat Allah ﷻ (agama-Nya) yang paling tinggi dan kalimat musuh-musuh-Nya yang paling rendah”[5].

–  Menegakkan tauhid (beribadah kepada Allah ﷻ semata-mata) dn menjauhi perbuatan syirik dalam segala bentuknya adalah sebab paling utama turunnya pertolongan dari Allah ﷻ.

Allah ﷻ berfirman:

{وَعَدَ الله الذين آمَنُواْ مِنْكُمْ وَعَمِلُواْ الصالحات لَيَسْتَخْلِفَنَّهُمْ فِي الأرض كَمَا اسْتَخْلَفَ الذينَ مِنْ قَبْلِهِمْ، وَلَيُمَكِّنَنَّ لَهُمْ دِينَهُمُ الَّذِي ارْتَضَى لَهُمْ، وَلَيُبَدِّلَنَّهُمْ مِنْ بَعْدِ خَوْفِهِمْ أَمْنًا. يَعْبُدُونَنِي لاَ يُشْرِكُونَ بِي شَيْئًا. وَمَنْ كَفَرَ بَعْدَ ذَلِكَ فَأُولَئِكَ هُمُ الْفَاسِقُونَ}

“Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman diantara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di muka bumi sebagaimana Dia menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa di muka bumi, Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan merobah (keadaan) mereka, sesudah mereka berada dalam ketakutan menjadi aman sentausa. Mereka selalu menyembah-Ku (semata-mata) dan tidak mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku. Dan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang yang fasik” (QS an-Nuur: 55).

– Adapun makna firman-Nya “…niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu” adalah Allah akan menolongmu ketika menghadapi musuh-musuhmu di medan jihad, serta meneguhkan imanmu di atas Islam dan jalan-Nya yang lurus”[6].

– Di dalam ayat yang lain, Allah ﷻ sendiri yang menjelaskan sifat-sifat dan perbuatan orang-orang yang berhak mendapatkan pertolongan-Nya, yang kesimpulannya seperti keterangan di atas.

Allah ﷻ berfirman:

{الَّذِينَ إِنْ مَكَّنَّاهُمْ فِي الأرْضِ أَقَامُوا الصَّلاةَ وَآتَوُا الزَّكَاةَ وَأَمَرُوا بِالْمَعْرُوفِ وَنَهَوْا عَنِ الْمُنْكَرِ وَلِلَّهِ عَاقِبَةُ الأمُورِ}

“(Yaitu) orang-orang yang jika Kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi, niscaya mereka mendirikan shalat, menunaikan zakat, menyuruh berbuat yang ma’ruf (baik) dan mencegah dari perbuatan yang mungkar (buruk). Dan kepada Allah-lah kembalinya segala urusan” (QS al-Hajj: 41).

 

وصلى الله وسلم وبارك على نبينا محمد وآله وصحبه أجمعين، وآخر دعوانا أن الحمد لله رب العالمين

Kota Kendari, 21 Jumadal akhirah 1439 H

Abdullah bin Taslim al-Buthoni

[1] Lihat “Tafsir Ibni Katsir” (4/221)

[2] Kitab “Taisiirul Kariimir Rahmaan fi tafsiiri kalaamil Mannaan” (hlmn 785).

[3] Lihat “Tafsir al-Bagawi” (hlmn 281) dan “Fathul Qadiir” (5/46).

[4] Lihat kitab “Taisiirul Kariimir Rahmaan fi tafsiiri kalaamil Mannaan” (hlmn 785).

[5] Kitab “Adhwaa-ul bayaan” (5/272).

[6] Lihat “Tafsir al-Qurthubi” (16/197) dan “Fathul Qadiir” (5/46).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>