// you’re reading...

Keluarga Islami

Poligami, Bukti Keadilan Hukum Allah (3/6): Hikmah dan manfaat agung poligami

Hikmah dan manfaat agung poligami

Karena poligami disyariatkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala yang mempunyai nama al-Hakim, artinya Zat yang memiliki ketentuan hukum yang Mahaadil dan hikmah[1] yang Mahasempurna, maka hukum Allah Subhanahu wa Ta’ala yang mulia ini tentu memiliki banyak hikmah dan faidah yang agung, di antaranya:

1- Terkadang poligami harus dilakukan dalam kondisi tertentu, misalnya jika istri sudah lanjut usia atau sakit, sehingga kalau suami tidak poligami dikhawatirkan dia tidak bisa menjaga kehormatan dirinya. Atau jika suami dan isrti sudah dianugerahi banyak keturunan, sehingga kalau dia harus menceraikan istrinya, dia merasa berat untuk berpisah dengan anak-anaknya, sementara dia sendiri takut terjerumus dalam perbuatan zina jika tidak berpoligami. Maka, masalah ini tidak akan bisa terselesaikan kecuali dengan poligami, insya Allah.

2- Pernikahan merupakan sebab terjalinnya hubungan (kekeluargaan) dan keterikatan di antara sesama manusia, setelah hubungan nasab. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

وَهُوَ الَّذِي خَلَقَ مِنَ الْمَاءِ بَشَرًا فَجَعَلَهُ نَسَبًا وَصِهْرًا وَكَانَ رَبُّكَ قَدِيرًا

Dan Dia-lah yang menciptakan manusia dari air (mani), lalu Dia jadikan manusia itu (punya) keturunan dan mushaharah (hubungan kekeluargaan karena pernikahan), dan adalah Rabbmu Maha Kuasa.” (QS. al-Furqaan: 54).

Maka, poligami (adalah sebab) terjalinnya hubungan dan kedekatan (antara) banyak keluarga, dan ini salah satu sebab poligami yang dilakukan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.[2]

3- Poligami merupakan sebab terjaganya (kehormatan) sejumlah besar wanita, dan terpenuhinya kebutuhan (hidup) mereka, yang berupa nafkah (biaya hidup), tempat tinggal, memiliki keturunan dan anak yang banyak, dan ini merupakan tuntutan syariat.

4- Di antara kaum laki-laki ada yang memiliki nafsu syahwat yang tinggi (dari bawaannya), sehingga tidak cukup baginya hanya memiliki seorang istri, sedangkan dia orang yang baik dan selalu menjaga kehormatan dirinya, akan tetapi dia takut terjerumus dalam perzinaan, dan dia ingin menyalurkan kebutuhan (biologis)nya dalam hal yang dihalalkan (agama Islam), maka termasuk agungnya rahmat Allah Subhanahu wa Ta’ala terhadap manusia adalah dengan dibolehkan-Nya poligami yang sesuai dengan syariat-Nya.[3]

5- Terkadang setelah menikah ternyata istri mandul, sehingga suami berkeinginan untuk menceraikannya, maka dengan disyariatkannya poligami tentu lebih baik daripada suami menceraikan istrinya.

6- Terkadang juga seorang suami sering bepergian, sehingga dia butuh untuk menjaga kehormatan dirinya ketika dia sedang bepergian.

7- Banyaknya peperangan dan disyariatkannya berjihad di jalan Allah, yang ini menjadikan banyak laki-laki yang terbunuh sedangkan jumlah perempuan semakin banyak, padahal mereka membutuhkan suami untuk melindungi mereka. Maka, dalam kondisi seperti ini poligami merupakan solusi terbaik.

8- Terkadang seorang lelaki tertarik/ kagum terhadap seorang wanita atau sebaliknya, karena kebaikan agama atau akhlaknya, maka pernikahan merupakan cara terbaik untuk menyatukan mereka berdua.

9- Kadang terjadi masalah besar antara suami-istri, yang menyebabkan terjadinya perceraian, kemudian sang suami menikah lagi dan setelah itu dia ingin kembali kepada istrinya yang pertama, maka dalam kondisi seperti ini poligami merupakan solusi terbaik.

10- Umat Islam sangat membutuhkan lahirnya banyak generasi muda, untuk mengokohkan barisan dan persiapan berjihad melawan orang-orang kafir, ini hanya akan terwujud dengan poligami dan tidak membatasi jumlah keturunan.

11- Termasuk hikmah agung poligami, seorang istri memiliki kesempatan lebih besar untuk menuntut ilmu, membaca al-Quran dan mengurus rumahnya dengan baik, ketika suaminya sedang di rumah istrinya yang lain, dan kesempatan seperti ini umumnya tidak didapatkan oleh istri yang suaminya tidak berpoligami.

12- Dan termasuk hikmah agung poligami, semakin kuatnya ikatan cinta dan kasih sayang antara suami dengan istri-istrinya, karena setiap kali tiba waktu giliran salah satu dari istri-istrinya, maka sang suami dalam keadaan sangat rindu pada istrinya tersebut, demikian pula sang istri sangat merindukan suaminya.

Dan masih banyak hikmah dan faidah agung lainnya, yang tentu saja orang yang beriman kepada Allah dan kebenaran agama-Nya tidak ragu sedikitpun terhadap kesempurnaan hikmah-Nya dalam setiap ketentuan yang disyariatkan-Nya. Cukuplah sebagai hikmah yang paling agung dari semua itu adalah menunaikan perintah Allah Subhanahu wa Ta’ala dan menaati-Nya dalam semua ketentuan hukum yang disyariatkan-Nya.[4]

-bersambung insya Allah-

Penulis: Ustadz Abdullah Taslim, M.A
Artikel www.manisnyaiman.com


[1] Hikmah adalah menempatkan segala sesuatu tepat pada tempatnya, yang ini bersumber dari kesempurnaan ilmu Allah Subhanahu wa Ta’ala, lihat kitab Taisiirul Kariimir Rahmaan (hal. 131).

[2] Lihak keterangan imam Ibnu Hajar al-‘Asqalaani dalam “Fathul Baari” (9/143).

[3] Majmuu’ul fataawa syaikh al-‘Utsaimiin (4/12 – kitabuz zawaaj).

[4] Lihat kitab  Ahkaamut Ta’addud fi Dhau-il Kitaabi was Sunnah (hal. 31-32).

Discussion

10 Responses to “Poligami, Bukti Keadilan Hukum Allah (3/6): Hikmah dan manfaat agung poligami”

  1. apa syarat untuk melakukan poligami?

    Posted by Melawati | November 24, 2010, 1:46 pm
  2. maha besar allah yg telah menciptakan langit bumi serta seisi dunia selalu berpasang- pasangan. termasuk manusia.. pada hakikatnya poligami kalo didasari oleh iman & taqwa saya sangat setuju.asal perbuatan adil suami kpd istri2 nya baik lahir maupun bathin…

    Posted by amin susanto | November 24, 2010, 2:15 pm
  3. Tapi sayang banyak kaum adam yang menyalahartikan makna poligami tanpa pertimbangan syareat yang benar, sekedar mengikuti hawa nafsu.

    Posted by Haris | November 24, 2010, 2:43 pm
  4. Para penentang poligami dan orang-orang yg mengaku menjadi pembela HAM termasuk hak-hak wanita (katanya), sebenarnya mereka lah orang yang melanggar fitrahnya dirinya sendiri, sebagaimana asal-usul kejadian manusia dari hakekat diciptakannya laki-laki dan wanita. Tak kan lah mungkin Allah Sang Pencipta manusia salah dalam menentukan urusan dari ciptaan-Nya sendiri. “Maha Suci Allah dari segala kekurangan”.

    Posted by Muhammad Abdul Jawad | November 24, 2010, 10:15 pm
  5. Asslmkm…wrwb

    “laki2 jaman sekarang biasanya mati2an menentang atau berusaha menutup2i fakta ini”

    Berdasarkan sensus penduduk 2000 dan 2010 ternyata justru JUMLAH PRIA DI INDONESIA LEBIH BANYAK DARI WANITANYA.
    Begitu juga dengan data2 negara2 di dunia (CIA, Bank Dunia, dll) ternyata jumlah pria juga lebih banyak dari wanitanya (terutama untuk China, India, dan negara-negara di semenanjung Arab)

    Yup jumlah wanita memang sangat melimpah tapi di usia di atas 65 tahun, mauu?? hehehe….kalo ngebet, silakan berpoligami dengan golongan wanita di usia ini.

    Coba dehh cek di data resmi BPS dan masing2 pemda atau coba klik di:

    http://www.bps.go.id/tab_sub/view.php?kat=1&tabel=1&daftar=1&id_subyek=40&notab=1

    http://sp2010.bps.go.id/

    http://www.datastatistik-indonesia.com/portal/index.php?option=com_content&task=view&id=211&Itemid=211&limit=1&limitstart=2

    http://statistik.ptkpt.net/_a.php?_a=penduduk_ratio&info1=4

    http://www.census.gov/population/international/data/worldpop/tool_population.php

    http://health.detik.com/read/2011/10/28/164741/1755096/763/negara-yang-jumlah-prianya-lebih-banyak-bisa-berbahaya?l993306763

    http://nasional.kompas.com/read/2010/08/16/20585145/Siapa.Bilang.Wanita.Lebih.Banyak-8

    berdasarkan hasil sensus tersebut kira2 apa ya solusi dari kelebihan pria ini?
    masih tetap POLIGAMI? bukannya itu malah akan semakin “merampas” kesempatan bujangan pria lain untuk dapat menikah?

    perkiraan dan anggapan selama ini “turun temurun” yang selalu dijadikan senjata bagi pria yang ngebet ingin berpoligami bahwa jumlah wanita saat ini jauh berlipat lipat di atas pria ternyata adalah SALAH BESAR

    Hasil Sensus Penduduk 2010 berdasar jenis kelamin perpropinsi
    Kode, Provinsi, Laki-laki, Perempuan, Total Penduduk
    (1), (2), (3), (4), (5),
    1 Aceh, 2 248 952, 2 245 458, 4 494 410
    2 Sumatera Utara, 6 483 354, 6 498 850, 12 982 204
    3 Sumatera Barat, 2 404 377, 2 442 532, 4 846 909
    4 Riau, 2 853 168, 2 685 199, 5 538 367
    5 Jambi, 1 581 110, 1 511 155, 3 092 265
    6 Sumatera Selatan, 3 792 647, 3 657 747, 7 450 394
    7 Bengkulu, 877 159, 838 359, 1 715 518
    8 Lampung, 3 916 622, 3 691 783, 7 608 405
    9 Bangka Belitung , 635 094, 588 202, 1 223 296
    10 Kepulauan Riau, 862 144, 817 019, 1 679 163
    11 DKI Jakarta, 4 870 938, 4 736 849, 9 607 787
    12 Jawa Barat, 21 907 040, 21 146 692, 43 053 732
    13 Jawa Tengah, 16 091 112, 16 291 545, 32 382 657
    14 DI Yogyakarta, 1 708 910, 1 748 581, 3 457 491
    15 Jawa Timur, 18 503 516, 18 973 241, 37 476 757
    16 Banten, 5 439 148, 5 193 018, 10 632 166
    17 Bali, 1 961 348, 1 929 409, 3 890 757
    18 Nusa Tenggara Barat, 2 183 646, 2 316 566, 4 500 212
    19 Nusa Tenggara Timur, 2 326 487, 2 357 340, 4 683 827
    20 Kalimantan Barat, 2 246 903, 2 149 080, 4 395 983
    21 Kalimantan Tengah, 1 153 743, 1 058 346, 2 212 089
    22 Kalimantan Selatan, 1 836 210, 1 790 406, 3 626 616
    23 Kalimantan Timur, 1 871 690, 1 681 453, 3 553 143
    24 Sulawesi Utara, 1 159 903, 1 110 693, 2 270 596
    25 Sulawesi Tengah, 1 350 844, 1 284 165, 2 635 009
    26 Sulawesi Selatan, 3 924 431, 4 110 345, 8 034 776
    27 Sulawesi Tenggara, 1 121 826, 1 110 760, 2 232 586
    28 Gorontalo, 521 914, 518 250, 1 040 164
    29 Sulawesi Barat, 581 526, 577 125, 1 158 651
    30 Maluku, 775 477, 758 029, 1 533 506
    31 Maluku Utara, 531 393, 506 694, 1 038 087
    32 Papua Barat, 402 398, 358 024, 760 422
    33 Papua, 1 505 883, 1 327 498, 2 833 381
    Indonesia, 119 630 913, 118 010 413, 237 641

    Terima Kasih…

    Wassalam

    Posted by Bontot | April 25, 2013, 1:32 pm
  6. Saya tidak sepenuhnya sependapat dengan poligami, poligami justru pengkhianatan perkawinan, mana janji setia perkawinan yang diagung-agungkan jika akhirnya berujung dengan poligami, mengapa seorang suami masih saja berpoligami padahal dia mempunyai istri yang sholehah, tidak sakit, yang pasti poligami itu lebih banyak mudaratnya daripada manfaatnya, banyak istri dan anak anak korban poligami kelihatan bahagia, karena mereka mendapatkan kemewahan sehingga masalah hati dinomor duakan, padahal tidak sedikit anak-anak dan istri yang menderita karena suaminya berpoligami, jadi dimana letak kelebihan poligami, saya justru bertanya tanya mengapa ada wanita yang mau dijadikan istri kedua, ketiga atau keempat, apakah dia tidak punya hati melihat istri pertama, masa sih mau berbagi suami, kan masih ada lelaki lain, bukankah Allah SWT sudah menciptakan jodohnya masing-masing.

    Posted by irfan | May 14, 2013, 2:08 pm
  7. makasih ustadz atas infonya

    Posted by Ahmad Syaiful Arham | May 26, 2013, 4:21 pm

Trackbacks/Pingbacks

  1. [...] This post was mentioned on Twitter by Wiwit Hardi Priyanto, Raksaka Indra A and Pengusaha Muslim, abu hasan putra. abu hasan putra said: Poligami, Bukti Keadilan Hukum Allah (3/6): Hikmah dan manfaat agung poligami http://manisnyaiman.com/hikmah-manfaat-agung-poligami/ [...]

  2. [...] [3] Majmuu’ul fataawa syaikh al-‘Utsaimiin (4/12 – kitabuz zawaaj). [...]

  3. [...] Hikmah dan manfaat agung poligami [...]

Post a comment