Hadits Lemah Tentang Keutamaan Shalat Setelah Memakai Siwak

عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ: «تَفْضُلُ الصَّلاَةُ الَّتِي يُسْتَاكُ لَهَا عَلَى الصَّلاَةِ الَّتِي لاَ يُسْتَاكُ لَهَا سَبْعِينَ ضِعْفًا»

Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Shalat yang dikerjakan setelah bersiwak (membersihkan gigi) lebih utama tujuh puluh kali lipat daripada shalat yang dikerjakan tanpa bersiwak”.

Hadits ini dikeluarkan oleh Imam Ahmad (6/272), Ibnu Khuzaimah (1/71), al-Hakim (1/244) dan al-Baihaqi (1/38), dengan sanad mereka dari jalur Muhammad bin Ishaq, dari az-Zuhri, dari ‘Urwah bin az-Zubair, dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Continue reading

Lihatlah Dari Siapa Kamu Mengambil Ilmu Agamamu !

Menuntut ilmu agama untuk mendapatkan ilmu yang bermanfaat dan mewariskan amal shalih adalah tanda kebaikan yang Allah Ta’ala kehendaki bagi hamba-hamba yang dipilih-Nya, sekaligus merupakan jalan menuju surga-Nya. Dari Mu’awiyah bin Abi Sufyan bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Barangsiapa yang Allah kehendaki baginya kebaikan maka Dia akan menjadikannya paham (berilmu) tentang (urusan) agama (Islam)”[1].

Dalam hadits shahih lainnya, dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Barangsiapa yang memempuh suatu jalan dengan tujuan untuk menuntut ilmu (agama), maka Allah akan mudahkan baginya jalan menuju Surga”[2]. Continue reading

Bolehkah Menciptakan Sesuatu Yang Baru Atau Memodifikasi Ibadah Dalam Islam ?

Untuk menjawab pertanyaan ini, terlebih dahulu akan kami bawakan beberapa poin penting yang termasuk prinsip-prinsip dasar Islam.

Agama Islam adalah agama yang lengkap dan sempurna

Allah Ta’ala berfirman:

{الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الإسْلامَ دِينًا}

“Pada hari ini telah Aku sempurnakan bagimu agamamu dan telah Aku cukupkan nikmat-Ku kepadamu, dan telah Aku ridhai Islam ini menjadi agamamu” (QS al-Maaidah: 3).

Imam Ibnul Jauzi rahimahullah berkata: “Makna ayat ini: pada hari ini telah Aku sempurnakan semua syariat dalam agamamu”[1]. Continue reading