Bolehkah Orang Yang Sedang Junub atau Haid Berdiam di Masjid?

بسم الله الرحمن الرحيم

BOLEHKAH ORANG YANG SEDANG JUNUB ATAU HAIDH BERDIAM DI MASJID ?

Masalah ini diperselisihkan oleh para ulama Ahlus sunnah sejak dulu sampai sekarang, karena perbedaan pendapat mereka dalam menilai dan memahami dalil-dalil dalam masalah ini.

Tentu saja, sebagai seorang muslim, kita wajib mengembalikan semua perselisihan dalam urusan agama kita kepada petunjuk Allah dan Rasul-Nya . Allah berfirman:

{فَإِنْ تَنَازَعْتُمْ فِي شَيْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى اللَّهِ وَالرَّسُولِ إِنْ كُنْتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ ذَلِكَ خَيْرٌ وَأَحْسَنُ تَأْوِيلا}

Kemudian jika kamu berselisih pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah kepada Allah (al-Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu adalah lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya” (QS an-Nisaa’: 59).

Dan juga tentu saja, kita kembali kepada petunjuk Allah dan Rasul-Nya tetap dengan bimbingan para ulama Ahlus sunnah wal jama’ah, karena mereka merupakan perantara untuk memahami hukum Allah dan Rasul-Nya.

Maka kita mengambil dan mengikuti ucapan mereka yang sesuai dan didukung dengan dalil dari al-Qur’an dan sunnah Rasulullah . Adapun yang tidak sesuai dengan dalil, maka kita tinggalkan dan luruskan dengan cara yang baik, juga dengan bimbingan para ulama yang lain. Continue reading

Sholat Ied (Hari Raya) di Masjid Bolehkah?

بسم الله الرحمن الرحيم

SHALAT ‘IED (HARI RAYA) DI MASJID, BOLEHKAH?

Shalat ‘Ied (hari raya) adalah salah satu syi’ar (simbol keagungan dan kemuliaan)1 Islam yang sangat agung2 dan melambangkan ketinggian agama Allah yang mulia ini.

Oleh karena itu, Rasulullah selalu melaksanakannya di tanah lapang di luar masjid, bahkan tidak ada satu riwayatpun yang shahih bahwa Rasulullah pernah melaksanakannya di masjid. Kemudian para Shahabat sepeninggal Rasulullah juga mempraktetakkan sunnah ini dengan baik3.

Imam Ibnul Haajj al-Maliki berkata: “Sunnah yang telah berlangsung (sejak dulu) dalam (pelaksanaan) shalat ‘Ied (hari raya) adalah dilaksanakan di mushalla (tanah lapang), karena Nabi Muhammad bersabda: “Shalat di masjidku ini (Masjid Nabawi) lebih utama daripada seribu shalat di masjid lain kecuali (shalat) di al-Masjidil Haram”4.

Kemudian bersamaan dengan keutamaan yang agung ini Rasulullah melaksanakan shalat ‘Ied di tanah lapang dan tidak melaksanakannya di Masjid Nabawi. Maka ini merupakan dalil (argumentasi) yang jelas tentang ditekankannya pensyariatan shalat ‘Ied di tanah lapang. Continue reading

Teladan Para Ulama Salaf Dalam Beribadah di Bulan Ramadhan

بسم الله الرحمن الرحيم

Bulan Ramdhan merupakan musim kebaikan terbesar dalam Islam dan waktu dilipatgandakannya pahala dan keutamaan amal shaleh dengan sebesar-besarnya. Inilah musim kebaikan besar yang ditunggu-tunggu oleh setiap orang yang beriman kepada Allah dan hari akhir.

Bahkan karena agungnya keutamaan bulan suci ini, sehingga Rasulullah selalu menyampaikan kabar gembira kepada para sahabat akan kedatangan bulan yang penuh berkah ini1.

Sahabat yang mulia, Abu Hurairah berkata: Rasulullah bersabda, menyampaikan kabar gembira kepada para sahabatnya : “Telah datang bulan Ramadhan yang penuh keberkahan (kebaikan yang melimpah), Allah mewajibkan kalian berpuasa padanya, pintu-pintu surga di buka pada bulan itu, pintu-pintu neraka di tutup, dan para setan dibelenggu. Pada bulan itu terdapat malam (kemuliaan/lailatul qadr) yang lebih baik dari seribu bulan, barangsiapa yang terhalangi (untuk mendapatkan) kebaikan malam itu maka sungguh dia telah dihalangi (dari keutamaan yang agung)”2. Continue reading