Hadits Palsu Tentang Keutamaan Berdzikir Dengan Biji-bijian Tasbih

بسم الله الرحمن الرحيم

رُوِيَ عَنْ عَلِيٍّ بْنِ أَبِيْ طَالِبٍ  ، عَنِ النَّبِيِّ  قَالَ “نِعْمَ الْمُذَكِّرِ السُّبْحَةُ “

Diriwayatkan dari Ali bin Abi Thalib  bahwa Rasulullah  bersabda: “Sebaik-baik alat untuk berdzikir adalah subhah (biji-bijian tasbih)”.

Hadits ini dikeluarkan oleh imam ad-Dailami dalam “Musnadul Firdaus” (4/98 – al-Mukhtashar) dari Jalur Muhammad bin harun bin ‘Isa bin Manshur al-Hasyimi, dari Muhammad bin ‘Ali bin Hamzah al-‘Alawi, dari ‘Abdush Shamad bin Musa, dari Zainab binti Sulaiman bin ‘Ali, dari Ummul Hasan binti Ja’far bin al-Hasan, dari bapaknya, dari kakeknya, dari ‘Ali bin Abi Thalib , dari Rasulullah . Continue reading

Hadits Yang Sangat Lemah Tentang Jihad Paling Besar Dan Jihad Paling Kecil

بسم الله الرحمن الرحيم

Hadits Yang Sangat Lemah Tentang Jihad Paling Besar Dan Jihad Paling Kecil

عن جابر بن عبد الله  قال: قدم على رسول الله  قومٌ غزاةٌ، فقال : « قَدِمْتُمْ خَيْرَ مَقْدَمٍ مِنَ الجِْهادِ الأَصْغَرِ إِلَى الجِهادِ الأَكْبَرِ ». قالوا : وما الجهاد الأكبر ؟ قال : « مجاهدة العبد هواه » رواه البيهقي في “الزهد الكبير” والخطيب في “تاريخ بغداد” بإسناد ضعيف.

Dari Jabir bin ‘Abdillah  beliau berkata: “Para pasukan perang telah datang (dan menemui) Rasulullah  (dari medan jihad), maka beliau  bersabda: “Kalian telah datang dengan sebaik-baik kedatangan, dari jihad yang paling kecil (berperang di jalan Allah ) menuju jihad yang paling besar”. Merekapun bertanya: Apakah jihad yang paling besar itu? Rasulullah  bersabda: “Perjuangan seorang hamba (untuk menundukkan) hawa nafsunya”.

Hadits ini dikeluarkan oleh Imam al-Baihaqi dalam “az-Zuhdul kabiir” (no. 384), al-Khathib al-Bagdadi dalam “Tarikh bagdad” (13/523), dan Ibnul Jauzi dalam “Dzammul hawa” (hal. 39), dengan sanad mereka bertiga dari jalur Yahya bin Ya’la, dari Laits bin Abi Sulaim, dari ‘Atha’ bin Abi Rabah, dari Jabir bin ‘Abdillah , dari Rasulullah . Continue reading

Dzikir Penyubur Iman

بسم الله الرحمن الرحيم

Barangkali banyak di antara kaum muslimin yang menganggap biasa nilai berdzikir kepada Allah , berhubung amal shaleh ini sudah sering dan terbiasa kita lakukan dalam kehidupan sehari-hari, baik setelah selesai shalat fardhu, sebelum dan sesudah makan atau tidur, di waktu pagi dan petang, maupun di waktu-waktu lainnya.

Tapi tahukah kita bahwa berdzikir kepada Allah  memiliki keutamaan dan kemuliaan yang sangat agung, bahkan termasuk amal shaleh yang paling tinggi kedudukannya di sisi Allah ? Bahkan amal ini termasuk sebab utama yang menyuburkan keimanan kepada Allah  dan menyempurnakan kedekatan dengan-Nya. Tentu saja jika amal shaleh ini dilakukan dengan benar dan sesuai dengan petunjuk Allah  yang diturunkan-Nya kepada Rasulullah .

Cukuplah firman Allah  berikut yang menunjukkan besarnya keutamaan berdzikir kepada Allah ,

{الَّذِينَ آمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ}

“Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan berzikir (mengingat) Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram” (QS ar-Ra’du:28).

Artinya: dengan berzikir kepada Allah  segala kegalauan dan kegundahan dalam hati mereka akan hilang dan berganti dengan kegembiraan dan kesenangan. Bahkan tidak ada sesuatupun yang lebih besar pengaruhnya dalam mendatangkan ketenteraman dan kebahagiaan bagi hati manusia melebihi berzikir kepada Allah [1]. Continue reading