Meniti Ilmu di Atas Manhaj Salaf [03]: Nasihat untuk Para Pengikut Manhaj Salaf

Nasihat untuk para pengikut manhaj Salaf Dari keterangan di atas, jelaslah bagi kita bahwa di antara keistimewaan terbesar yang ada pada manhaj salaf adalah perhatian dan semangat besar mereka dalam mempelajari dan mengamalkan petunjuk Alquran dan sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka seharusnya kita yang menisbatkan diri kepada manhaj ini berusaha untuk mengikuti petunjuk mereka… Continue reading Meniti Ilmu di Atas Manhaj Salaf [03]: Nasihat untuk Para Pengikut Manhaj Salaf

Published
Categorized as Manhaj

Meniti Ilmu di Atas Manhaj Salaf [02]: Ulama Salaf Imam dalam Ilmu dan Amal

Ulama Salaf Imam dalam Ilmu dan Amal Keterangan dan nukilan yang kami sampaikan di atas akan semakin terbukti kalau kita mencermati dengan sekasama biografi para imam besar Ahlus Sunnah wal Jama’ah, yang mana kita akan dapati bahwa mereka tidak hanya disifati sebagai orang-orang yang memiliki ilmu agama yang dalam, akan tetapi mereka juga adalah orang-orang… Continue reading Meniti Ilmu di Atas Manhaj Salaf [02]: Ulama Salaf Imam dalam Ilmu dan Amal

Published
Categorized as Manhaj

Meniti Ilmu di Atas Manhaj Salaf [01]: Manhaj Ilmu dan Amal

بسم الله الرحمن الرحيم MENITI ILMU DI ATAS MANHAJ SALAF الحمد لله رب العالمين والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين، أما بعد، Muqaddimah Manhaj salaf (metode beragama yang telah ditempuh oleh para sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para ulama Ahlus Sunnah yang mengukuti petunjuk mereka) adalah satu-satunya metode pemahaman dan… Continue reading Meniti Ilmu di Atas Manhaj Salaf [01]: Manhaj Ilmu dan Amal

Published
Categorized as Manhaj

Pengusaha Muslim Sukses Dunia dan Akhirat, Mungkinkah? [05-Selesai] (Jadilah Pengusaha yang Zuhud!)

Jadilah pengusaha yang zuhud Menjadi pengusaha bukanlah dengan harus menjadi miskin dan menyia-nyiakan harta yang ada, juga bukan dengan mengharamkan apa yang dihalalkan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Akan tetapi, bersikap zuhud adalah dengan menggunakan harta dan kekayaan yang dimiliki sesuai dengan petunjuk Allah Subhanahu wa Ta’ala, tanpa adanya keterikatan hati dan kecintaan yang berlebihan kepada… Continue reading Pengusaha Muslim Sukses Dunia dan Akhirat, Mungkinkah? [05-Selesai] (Jadilah Pengusaha yang Zuhud!)

Pengusaha Muslim Sukses Dunia dan Akhirat, Mungkinkah? [04] (Teladan Sempurna dari Ulama Salaf)

Teladan sempurna dari ulama salaf Para ulama salaf adalah sebaik-baik teladan dalam semua kebaikan dan keutamaan dalam agama ini, tidak terkecuali dalam memanfaatkan harta dan kekayaan untuk meraih ridha Allah Subhanahu wa Ta’ala. Di antara para ulama salaf yang terkenal dengan sifat ini adalah: Pertama, shahabat yang mulia, ‘Utsman bin ‘Affan bin Abil ‘Ash Al-Umawi… Continue reading Pengusaha Muslim Sukses Dunia dan Akhirat, Mungkinkah? [04] (Teladan Sempurna dari Ulama Salaf)

Pengusaha Muslim Sukses Dunia dan Akhirat, Mungkinkah? [03] (Antara Kaya dan Miskin)

Antara kaya dan miskin Siapakah yang lebih utama di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala: orang kaya yang bersyukur dengan kekayaannya atau orang miskin yang bersabar dengan kemiskinannya? Para ulama berbeda pendapat dalam masalah ini, ada yang lebih mengutamakan orang kaya yang bersyukur dan ada yang lebih mengutamakan orang miskin yang bersabar. Kedua pendapat ini juga… Continue reading Pengusaha Muslim Sukses Dunia dan Akhirat, Mungkinkah? [03] (Antara Kaya dan Miskin)

Pengusaha Muslim Sukses Dunia dan Akhirat, Mungkinkah? [02] (Manfaatkan Hartamu untuk Meraih Takwa)

Memanfaatkan harta untuk meraih ketakwaan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala Perlu dicamkan di sini, bahwa ayat-ayat al-Qur-an dan hadits-hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, yang berisi celaan terhadap harta dan dunia, bukanlah memaksudkan bahwa celaan terhadap zat harta dan dunia itu sendiri, tetapi maksudnya adalah kecintaan yang berlebihan terhadapnya sehingga melalaikan manusia dari mengingat Allah… Continue reading Pengusaha Muslim Sukses Dunia dan Akhirat, Mungkinkah? [02] (Manfaatkan Hartamu untuk Meraih Takwa)